Keanekaragaman hayati (kehati) merupakan aset ekologis penting bagi keseimbangan ekosistem, penyediaan sumber daya alam, dan penyangga dampak perubahan iklim. PT Sumber Segara Primadaya (S2P) berkomitmen untuk melaksanakan, memonitoring dan mengevaluasi upaya-upaya perlindungan keanekaragaman hayati di seluruh area perusahaan sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan keanekaragaman hayati antara lain melalui program konservasi yang mencakup pelestarian satwa eksitu, transplantasi terumbu karang, konservasi vegetasi mangrove dan tanaman pesisir, pelestarian flora endemik kabupaten Cilacap, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan. Selain itu PT Sumber Segara Primadaya memberikan akses bagi pemangku kepentingan untuk mengembangkan informasi dan meningkatkan pengetahuan dalam bidang keanearagaman hayati terhadap program perlindungan keanekaragaman hayati yang dilaksanakan oleh PT Sumber Segara Primadaya.
Mengapa Keanekaragaman Hayati Penting
• Keseimbangan ekosistem - setiap spesies berperan dalam rantai makanan dan siklus ekologis yang saling berhubungan.
• Penyerap karbon dan mitigasi perubahan iklim – mangrove, cemara laut dan terumbu karang berperan sebagai penyimpan karbon alami (blue carbon) dan pelindung pesisir dari abrasi.
• Sumber plasma nutfah - flora dan fauna endemik menjaga kekayaan genetik bagi generasi mendatang.
• Nilai edukasi dan ekowisata - kawasan konservasi menjadi sarana edukasi lingkungan sekaligus potensi ekowisata lokal.
• Peningkatan kesejahteraan masyarakat - konservasi lingkungan yang dipadukan dengan pemberdayaan ekonomi memberi manfaat langsung bagi warga sekitar.
Sebagai upaya perlindungan keanekaragaman hayati PT S2P telah melaksanakan beberapa program perlindungan keanekaragaman hayati yang sampai saat ini masih terus berlangsung dan terus berkembang, adapun program kegiatannya terdiri dari:
1. Konservasi Eksitu Satwa
Konservasi eksitu merupakan kegiatan pelestarian satwa di luar habitat alaminya, PT Sumber Segara Primadaya melakukan konservasi eksitu melalui penangkaran dan perawatan dan telah ditetapkan dalam Keputusan Direktur Teknik & Operasi PT Sumber Segara Primadaya nomor 0273/DIRTEK&OP S2P/III/2023. Program kegiatan ini bertujuan untuk menjaga populasi dari ancaman kepunahan, mendukung edukasi, serta penelitian dan pengembangbiakan. Program ini memperhatikan kesejahteraan satwa (animal welfare), ketersediaan pakan, perawatan kesehatan rutin, dan pemeliharaan habitat buatan yang menyerupai kondisi alami. Adapun jenis satwa yang dilestarikan terdiri dari:
Nama Satwa | Nama Ilmiah |
|---|---|
Domba Merino | Ovis aries |
Merak Biru | Pavo cristatus |
Rusa Totol | Axis axis |
Unta | Camelus dromedarius |
Adapun manfaat program ini yaitu menjaga kelestarian populasi satwa dari ancaman kepunahan, menjadi sarana edukasi konservasi bagi masyarakat dan pelajar, serta mendukung potensi ekowisata edukatif berbasis satwa.
2. Pelestarian Keanekaragaman Hayati Terumbu Karang
Terumbu karang adalah ekosistem laut dengan keanekaragaman hayati tertinggi, berfungsi sebagai habitat biota laut, pelindung alami garis pantai dari abrasi, dan indikator kesehatan ekosistem laut. Program ini dilaksanakan melalui transplantasi karang dan penempatan media terumbu karang buatan (artificial reef) beruba kubus berongga di perairan pelabuhan PT Sumber Segara Primadaya untuk mempercepat regenerasi dan kolonisasi karang baru.
3. Konservasi Vegetasi Mangrove
Ekosistem mangrove berperan sebagai pelindung garis pantai dari abrasi dan gelombang ekstrem, habitat untuk berbagai biota laut dan darat, penyaring alami pencemaran pesisir, serta penyimpan karbon biru (blue carbon) dalam jumlah jauh lebih tinggi dibandingkan hutan daratan. Program ini mencakup penanaman bibit mangrove, pemeliharaan dan monitoring pertumbuhan berkala di dalam dan di luar lingkungan PT Sumber Segara Primadaya, serta pelibatan masyarakat sekitar.
4. Konservasi Tanaman Pesisir Pantai
Selain mangrove, tanaman pesisir seperti Cemara Laut berfungsi sebagai penahan angin dan abrasi pantai (wind and coastal erosion barrier), sekaligus memperkaya vegetasi di sepanjang garis pantai kawasan operasional maupun sekitarnya. Jenis tanaman yang digunakan yaitu Cemara Laut (Casuarina equisetifolia).
Adapun capaian manfaat program ini yaitu memperkuat perlindungan alami kawasan pesisir dari angin dan abrasi, menambah tutupan vegetasi hijau di wilayah pantai, serta mendukung estetika dan kenyamanan kawasan pesisir untuk aktivitas masyarakat termasuk sebagai tempat bersandar dan berlindung perahu-perahu nelayan di sekitar PT Sumber Sergara Primadaya.
5. Pelestarian Flora Endemik
Flora endemik dan langka memiliki nilai konservasi tinggi karena keberadaannya terbatas dan rentan terhadap kepunahan akibat alih fungsi lahan maupun perubahan lingkungan. Pelestarian flora endemik bertujuan menjaga kekayaan plasma nutfah lokal, yaitu flora asal pulau Nusakambangan kabupaten Cilacap Wijaya Kusuma Keraton (Pisonia grandis var. silvestris). Dengan dilaksanakan program ini, diharapkan kegiatan ini dapat menjaga kelestarian flora langka/endemik dari ancaman kepunahan, melestarikan nilai budaya dan historis yang melekat pada tanaman tersebut, serta menjadi sarana edukasi botani bagi masyarakat dan pelajar.
6. Kampung Buah sebagai Solusi Ekonomi Masyarakat (KANG BASKOM)
Program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang memadukan konservasi lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan warga sekitar wilayah operasional, melalui penanaman tanaman buah produktif di lahan masyarakat sebagai sumber pendapatan tambahan dan penguat ketahanan pangan lokal. Dilaksanakan melalui pendampingan budidaya, pembagian bibit unggul, dan pelatihan pengelolaan kebun dengan target capaian program diantaranya:
• Bertambahnya jumlah bibit tanaman buah dibagikan dan/atau ditanam
• Meningkatnya sebagian dari pendapatan masyarakat dari penjualan buah.
Ringkasan & Penutup
Perusahaan menjalankan 6 program perlindungan keanekaragaman hayati yang mencakup pelestarian satwa eksitu, pelestarian keanekaragaman hayati terumbu karang, konservasi vegetasi mangrove, konservasi tanaman pesisir pantai, pelestarian flora endemik, serta kampung buah sebagai solusi ekonomi masyarakat.
Adapun pengelolaan yang dilakukan PT S2P telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan keanekaragaman hayati, data tersebut dapat dilihat pada peningkatan nilai absolut masing-masing program selama 5 tahun terakhir, 2022-2026 sebagai berikut:
No | Program | Parameter | Tahun Absolut | Keterangan | ||||
2022 | 2023 | 2024 | 2025 | 2026 | ||||
1 | Konservasi Eksitu Satwa | Rusa Totol (Axis axis) | 1 | 1 | 1 | 1 | 1 | Individu |
Domba Merino (Ovis aries) | 3 | 3 | 3 | 6 | 7 | |||
Merak Biru (Pavo cristatus) | 5 | 5 | 6 | 6 | 6 | |||
Unta (Camelus Dromedarius) | - | - | - | 2 | 2 | |||
2 | Pelestarian Keanekaragaman Hayati Terumbu Karang | Terumbu Karang Buatan | 1 | 1 | 1 | 5 | 5 | Spesies |
Terumbu Karang Buatan | 410 | 410 | 410 | 410 | 410 | m2 | ||
3 | Konservasi Vetegasi Mangrove | Mangrove | 8338 | 9338 | 9338 | 13065 | 18065 | Individu Akumulatif |
4 | Konservasi Tanaman Pesisir Pantai | Cemara Laut | 1600 | 1893 | 2933 | 4718 | 5718 | Individu Akumulatif |
5 | Pelestarian Flora Endemik | Wijaya Kusuma Keraton | 2 | 2 | 2 | 4 | 6 | Individu Akumulatif |
6 | Kampung Buah sebagai Solusi Ekonomi Masyarakat (KANG BASSKOM) | Bibit Tanaman Buah | - | - | - | - | 500 | Individu Akumulatif |